Skip navigation

Guru dan Illegal Writing

Perkara betapa hebatnya peran guru memang orang dah maklum karena Guru lah yang mengajari siapa pun untuk menjadi orang penting. Dia pula yang paling berjasa menunjuk ajar kita sehingga bisa membaca dan menulis. Saking sibuknya mengajar orang lain, terkadang guru sendiri menjadi lupa atau pun tak sempat memantapkan diri sendiri dalam perkara membaca dan menulis. Lama kelamaan, kemampuan guru dalam  baca tulis menjadi tumpul. Murid yang diajarinya dulu menjadi semakin tajam membaca dan menulis karena rajin terus menerus mengasah mata pisau membaca dan menulis.

Lupa membaca diri

Hebohnya soal pemalsuan karya ilmiah Guru Provinsi Riau esensinya adalah perkara lupa membaca diri, siapa sesungguhnya guru itu. Sebab bila dia selalu ingat, tak kan karya tulis ilmiah paslu akan jadi. Guru yang ingat, tak kan mau menggadaikan harga dirinya (marwahnya) sekedar  untuk naik pangkat melalui karya tulis yang ditulis melalui Calo. Karena sibuk mengajari murid membaca plus mentry-out untuk target UN, guru semakin tak sempat merenung bahwa sesungguhnya dia adalah seorang Pahlawan yang Luar Biasa Jasanya. Karena lupa diri lah, maka Jasa kepahlawanannya digadaikan kepada Calo karya tulis untuk naik pangkat. Padahal, jikalau guru lihai membaca diri, niscaya dia akan selalu ingat bahwa Kemampuan Anda menulis akan semakin meningkat jikalau Anda terus berlatih menulis sendiri karya Anda. Kenaikan Pangkat Anda semakin mudah, dan Penghasilan Anda juga akan bertambah. Sebaliknya, kemampuan menulis Anda akan semakin menurun (tumpul) jika Anda terus meminta jasa orang lain untuk menuliskan karya Anda. Pangkat Anda akan semakin menurun (diturunkan?) dan Penghasilan Anda akan berkurang (karena harus membayar Calo plus mencicil tunjangan fiktif).

Lupa menulis diri

Tak menyempatkan diri untuk membaca diri (kontemplasi) plus malas menulis karya sendiri inilah antara lain menjadi biang keladi terjadinya pemalsuan karya tulis ilmiah. Guru semestinya menulis riwayat hidup dan profesinya sendiri. Karena ulah sendiri, maka kini riwayat hidup dan riwayat profesi guru ‘ditulis’ oleh para calo yang lihai menulis dan memanfaatkan peluang jasa  Illegal writing. Sungguh ironis! Bisnis ini melahirkan dua fenomena. Kompetensi menulis dan penghasilan Calo meningkat di satu sisi, diikuti oleh menurunnya kompetensi menulis dan penghasilan guru di sisi yang lain. Jadi bertaubat lah wahai Guru. Anda Ada karena Anda Berfikir (membaca diri). Guru Menulis karena itu Guru Ada. Guru yang Ada (naik pangkat) tapi Tidak Menulis sama dengan Tidak Ada Guru. Yang Ada hanya  Calo. Jadi, mestinya yang berhak naik pangkat adalah Calo, bukan Guru.

Menulis itu “MuDaH”

Guru bisa menulis kapan dan di mana saja asal Guru mau. Tulis apa yang Anda kerjakan dan kerjakan Apa yang telah Anda Tulis. Itu lah yang akan menjadi hahan tulisan riwayat hidup anda setelah purna tugas, Bukan karya Orang Lain. Putuskanlah belenggu yang anda buat sendiri dalam pikiran (persepsi) Anda bahwa “Menulis itu Sulit”. Pasang lah belenggu baru dengan label “Menulis itu MuDah”. Bagaimana caranya? Mudah saja asal Anda Mau: “ Mulai lah Dari Hati!”. Kalu hati Anda Mau, menulis apa pun jadi mudah. Yang payah karena anda tidak mau bersusah payah. Padahal kemudahan yang Anda dapatkan melalui jalan pintas justru akhirnya membuat Anda bertambah susah. Dah naik pangkat, diturunkan lagi. Dah terima dan menikmati tunjangan kenaikan pangkat, harus mengembalikan lagi menjadi cicilan hutang. Anda sendiri lah yang tahu persis untuk apa  Anda menulis; Bukan Calo. Anda sendiri lah yang tahu persis Apa yang mau Anda Tulis; Bukan Calo. Anda sendirilah yang paham Apa yang menjadi Panggilan Jiwa Anda sebagai Guru; Bukan Calo. Anda sendiri yang mesti menulis riwayat hidup Anda dengan positif menuju kehidupan guru yang profesional dan bermarwah, Bukan bukan orang lain. Insyaf lah!***

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.