Pencerahan ini dikemas setelah menyimak pikiran pragmatis Muchid Albintani yang pesimis bertajuk “Qua Vadis Transformasi UR? (Riau Pos, 29/10) dengan pola pilir tidak konsisten dan bersifat kontraproduktif. Bagaimana pun juga, saya mesti berterima kasih atas upaya mensosialisikan visi transformasi Unri yang saya dekalarasikan melalui Riau Pos (17/9). Saudaraku akademisi Unri yang berhati nurani; persoalan krusial Unri sekarang adalah masalah mindset akademik yang membentuk sikap akademik (academic attitude) dalam bertindak menghasilkan sebuah kinerja akademik yang bermarwah dan profesional atas nama universitas yang semestinya menjunjung tinggi Idealisme keilmuan untuk memperjuangkan kebenaran berdasarkan kekuatan argumentasi ilmiah. Kepemimpinan menentukan arah Unri. Organisasi menentukan potensi Unri. Sivitas Akademika menentukan keberhasilan Unri. Michael Shattock dalam Managing Successful Universities (2004) mengingatkan bahwa “Universitas yang berhasil bukan hanya karena adanya lingkungan yang baik, tanpa adanya upaya menemukan hal-hal baru melalui kegiatan-kegiatan penelitian dan upaya-upaya lain agar tercipta suasana akademik yang kondusif”. George W. Carve telah lama mengingatkan: “Sembilan puluh sembilan persen dari kegagalan berasal dari orang-orang yang terbiasa mencari-cari alasan. Kalau Anda tidak ingin melakukan sesuatu apapun alasannya sama saja”.
Saudaraku yang sama-sama merantau dari Negeri Segantang Lada; “Layar hanya berguna jika angin berhembus ke arah tujuan”. Sebab itu Oliver Wendell Holmes menandaskan bahwa “Yang hebat di dunia ini bukanlah tempat di mana kita berada, tetapi Arah yang kita tuju”. Bertanya lah pada Ralp Waldo Emerson, maka dia akan menjawab: “Dunia akan menyediakan jalan bagi mereka yang mengetahui kemana akan menuju”. Visi adalah Ide, dan Ide melampaui waktu, Ide melampaui umur, Ide melampaui zaman. Berguru lah pada Margaret Mead: ”Jangan pernah meragukan keberhasilan sekelompok kecil orang yang bertekad mengubah dunia; bahkan hanya sekelompok seperti itulah yang pernah berhasil melakukannya”. Minta lah penjelasan akan definisi World Class pada Dr. Josette Biyo, maka di akan menerangkan: “Being world class doesn’t mean going international and showing our best out there. Being world-class is passion and commitment to our profession. Being world-class is giving our best to our country and our people. For teachers, being world-class starts right inside the classroom” Paham tak? Kalau tak juga paham dengan bahasa ‘Mat Saleh’ ini, biarlah saya bantu dengan Bahasa Pulau Singkep: “menjadi kelas dunia itu, bukan berarti merayau ke luar negeri mempertontonkan kebolehan awak di sana. Menjadi kelas dunia itu adalah hasrat membara dan komitmen terhadap profesi awak sebagai Dosen Unri. Menjadi kelas dunia itu ialah memberikan yang terbaik yang ada dalam diri awak kepada Negara dan Masyarakat. Bagi awak yang Dosen, menjadi kelas dunia itu adalah menunaikan betul-betul kewajiban awak dalam bilik darjah sebagai “pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat” (UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).
Minta lah nasehat pada Ralph Marston: “Untuk merealisasikan apa yang kau pikirkan, maka definisikan impian itu. Untuk mewujudkan impian yang sudah kau definisikan, lakukanlah tindakan. Saya telah mendefinisikan visi kepemimpinan Akademik 2010-2014 dalam 152 halaman buku “Transformamasi Budaya Akademik Menuju Wolrd Class Reasearch University” yang diberi Sekapur Sirih oleh Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Sc selaku Ketua Forum Rektor Indonesia, dan 148 halaman Buku “Transformational Academic Leadership, Learning Organization, and Management of Change” yang diberi kata pengantar oleh Prof. Dr. Michael Fremerey, Direktur Institute for Socio-cultural Studies (ISOS), University of Kassel, Witzenhausen, Germany. Kedua buku ini sedianya akan diluncurkan sebagai bahan paparan Visi, Misi, dan Program saya di hari pemilihan Rektor 29 Oktober. Sudah kah Anda memiliki dan membacanya?
Untuk mewujudkan Visi yang Anda nilai tidak realitis dan optimisme yang berlebihan itu, saya telah memilih empat strategi: (1) meningkatkan kesadaran Civitas Academica Unri untuk memberikan Pelayanan terbaik kepada publik dengan mengembangkan kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual, dan kecerdasan sosial melalui pelatihan, pencerahan, dan motivasi kerja secara konsisten dan berkelanjutan, (2) mewujudkan pola pikir (mindset) Civitas Academica Unri yang positif dan sistemik dalam bekerja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, institusi, dan negara dengan mengubah paradigma berfikir, bersikap dan bertindak sebagai abdi masyarakat melalui pelatihan-pelatihan pengembangan diri secara berkala, (3) mewujudkan etos kerja Civitas Academica Unri yang unggul untuk menghasilkan kinerja akademik optimal dalam melayani publik agar publik merasa puas dengan layanan yang diberikan melalui pembiasaan dalam bersikap, perhatian dan memahami kebutuhan masyarakat, dan (4) mengembangkan budaya akademik yang unggul untuk meningkatkan daya saing Unri dengan menerapkan kepemimpinan Transformasional yang kuat dan berani melalui perubahan-perubahan struktural, fungsional, finansial, personal, teknikal maupun perubahan-perubahan di bidang fisikal (tata ruang, pelayanan kerja) yang memang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan prima.
Untuk itu saya menetapkan dan menawarkan Sembilan Prioritas Agenda Kepemimpinan Akademik 2010-2014 yang saya sebut dengan: “TOP 9 ACADEMIC HABITS” dengan Paradigma “THINK Locally, ACT Globally”, yaitu 1). Integrated SCL-Soft-Technopreuner Skills Instructional Reform, 2). Nexus Teaching-Research, 3). Local Wisdom Research-Based Management, 4). Learning Organization & Knowledge Management, 5). Shaping Departemental Academic Leadership, 6). National & International Academic Partnership, 7). Excellence & Partisipative Services,
. Scientific Sharing Platform, dan 9). Shaping Postgraduate Programme. Semua program ini sangat realistik dan telah diimplementasikan di Perguruan Tinggi Terkemuka di Indonesia dan Dunia. Saya telah melakukan perjalanan inspiratif ke 30 Perguruan Tinggi Dunia di 16 Negara dan 47 kota dunia.
Unri perlu memiliki ambisi karena ambisi menyebabkan timbulnya motivasi yang kuat untuk meningkatkan reputasi Unri secara keseluruhan. Ambisi universitas dapat tercermin dalam Visi Universitas (Michael Shattock, 2004). “Keberhasilan suatu universitas lebih didorong oleh ambisi untuk menjadi universitas Kelas dunia atau untuk memenangi persaingan dalam jajaran universitas di lingkungannya. Tanpa ambisi semacam itu sulit diharapkan universitas dapat memacu dirinya untuk menjadi lebih baik (Margono Slamet, 2006). Unri perlu melakukan transformasi secara fundamental, holistik dan integral guna membangun karakter dan perilaku Civitas Academica menuju Perguruan Tinggi Bertaraf Dunia. Tanpa itu, Unri tidak akan pernah mencapai impiannya menjadi Universitas Bertaraf Dunia, apatah lagi hanya mengusung konsep (bukan visi) “One lecturer one table”!.
Belajar lah tentang pemimpin sejati pada Dolly Parton: “Jika tindakanmu menciptakan warisan yang mengilhami orang lain untuk lebih bermimpi, belajar, melakukan, dan menjadi, kau adalah Pemimpin yang Sempurna. Ikuti pelatihan Henry David Thoreau: “Cara kita melakukan sesuatu bergantung pada Tujuan yang ingin diraih; inilah yang menjadi Sejarah kita Masing-masing”. Perdalam lah ikhwal pemikiran visioner pada Oliver Wendell Holmes: “Yang hebat di dunia ini bukanlah tempat di mana kita berada, tetapi Arah yang kita tuju”. Insyafi pikiran Paul Arden: “Nothing is Impossible!” Berfikirlah seperti Peraih Nobel Muhammad Yunus: “Siapa yang tidak percaya dan merasa tidak bisa, hendaknya jangan menghalangi yang merasa Mampu dan Bisa!”. Baiklah kolegaku dosen yang pesimis dan tak berani berfikir besar, selamat belajar menjadi lebih Kreatif dan optimis. Kreativitas akan mengarahkan Unri untuk terus Berfikir. Berfikir akan membuat Unri menghasilkan Pengetahuan. Akhirnya, Pengetahuan lah yang akan membuat Unri menjadi BESAR. IT’S ALL ABOUT KNOWLEDGE..! Selebihnya bertawaqal lah kepada ALLAH SWT.
Prof. Dr. Firdaus LN, M.Si.
Calon Rektor Universitas Riau 2010-2014, Guru Besar FKIP Unri, dan Alumni PPSA XVI Tahun 2009 Lemhannas RI.